@hurufkecil

month

May 2012

47 posts

“menyepelekan orang lain adalah pekerjaan orang malas dan lemah. salah satu pekerjaan paling mudah di dunia.” —
Apr 30, 201215 notes
“menyedihkan adalah menyadari bahwa disakiti membuat banyak orang lebih belajar membenci daripada belajar untuk tidak menyakiti.” —
Apr 30, 201228 notes
“mei barangkali bulan ketika semua resolusi tahun ini nyaris kamu lupakan.” —
Apr 30, 201211 notes
“setiap tetes air mata adalah ‘saya butuh kamu’ dalam bentuk cair.” —
Apr 30, 201278 notes
“bu.ruh (n) orang yg bekerja untuk orang lain dng mendapat upah; pekerja.” —kamus besar bahasa indonesia
Apr 30, 20120 notes

April 2012

292 posts

“ada saat ketika saya harus keluar sementara dari keriuhan. seringkali ada keriuhan yang terlalu hingar sehingga suara sendiri pun tidak mampu saya dengar.” —
Apr 29, 201236 notes
“di akhir pekan kadang saya merasa menjadi orang yang dihindari. saya sering menghabiskan akhir pekan dengan berpikir tentang orang-orang yang begitu senang didatangi akhir pekan, waktu ketika mereka bisa melepaskan diri dari berpikir. saya sering bertanya kenapa banyak orang senang ketika tidak harus berpikir? kenapa banyak orang ingin bahagia tanpa mau dibebani pikiran tentang kesedihan? kenapa pada pagi hari orang-orang ingin menghindari kesedihan? bukankah senyuman terbuat dari kesedihan?” —
Apr 28, 201218 notes
“apa yang sungguh kita lakukan untuk kemanusiaan? masing-masing kita cuma cermin, tidak lebih. kita tidak pernah mampu mengubah orang lain, kita cuma saling memantulkan. setiap orang mengubah diri mereka sendiri. kita tidak lebih baik dari orang lain.” —
Apr 28, 201234 notes
“cintailah saya dengan alasan-alasan yang kamu rahasiakan.” —
Apr 28, 201249 notes
“setiap malam saya berjanji kepada diri sendiri mau mencintai orang lain. setiap pagi saya mengingkarinya.” —
Apr 28, 201238 notes
riwayat dinding dan dingin

1.

kami bersandar merapatkan punggung masing-masing di dinding.

ia tiba-tiba bertanya: untuk apa dinding diciptakan?

dinding, kataku, dibuat untuk memisah-misahkan. yang satu jadi dua atau jadi bilangan-bilangan berlainan. jadi kawan dan lawan. jadi ada aku jadi ada kau.

sebab, sesungguhnya, sebelum ada dinding, segala sesuatu hanya satu. hanya satu.

aku bangkit dan membuka daun-daun jendela. di luar, hujan diguyurkan pada pohonan dan jalanan.

ia memandangku dengan keheranan yang tak biasa, seolah matanya berkata aku sedang tak waras.

2.

ia berdiri dan berjalan menuju jendela, melihat hujan yang membuat orang gegas berjalan, dan rumput-rumput bergigilan.

setelah dinding-dinding didirikan, kataku, orang-orang membuat cela, membuat jendela.

untuk apa, tanyanya.

untuk mengantarkan uap hujan dan jari-jari angin. untuk menghasilkan cuaca dingin

ia masih berdiri di ambang jendela menghadap ke luar, mengamati hujan dan para pejalan. aku berdiri di dekatnya, bersandar di dinding menghadap ke dalam, menunggu pertanyaan lain ia lontarkan, tetapi ia hanya diam.

cuaca dingin membuat tangannya menjemput tanganku, membawanya berkeliling di pinggangnya. aku menariknya ke depanku. rapat. dan memeluknya

aku berbisik di telinganya: apakah kau mau tahu untuk apa cuaca dingin diciptakan?

agar yang terpisah direkatkan. agar yang aku dan yang kau disatukan.

aku mengerti. aku mengerti. aku mengerti. katanya berkali-kali. kita mengerti. kataku.

di luar, hujan masih deras dijatuhkan. orang-orang masih gegas berjalan, sambil menyatukan jemari kiri dan kanan. dan pohon-pohon menangkupkan daunan. begitu juga rerumputan

2006

—dikutip dari buku puisi kedua saya, aku hendak pindah rumah.

Apr 28, 201210 notes
“semakin susah menjadi diri sendiri, sebab semakin susah menerima orang lain apa adanya.” —
Apr 28, 201216 notes
“kata-kata bisa menyerupai limpahan hujan di gurun atau tumpahan racun di sumur.” —
Apr 27, 201211 notes
“hati saya cuma satu. patahkan jari saya saja.” —
Apr 27, 201268 notes
“janjimu mau makan malam berdua nanti malam adalah sarapan nikmat pagi ini.” —
Apr 27, 20125 notes
“jika cinta adalah penyakit, saya punya kabar gembira. sampai sekarang belum ditemukan obatnya.” —
Apr 27, 20128 notes
“menyerah bukan perkara gampang ketika kamu betul-betul mencintai seseorang.” —
Apr 27, 201261 notes
“saya belum sungguh-sungguh mencintaimu, sebab saya masih mampu mengucapkannya.” —
Apr 27, 201223 notes
“kesederhanaan adalah perihal-perihal indah yang menolak dibebani alasan.” —
Apr 27, 20129 notes
“bahkan bibir butuh privasi. itulah kenapa kita memejamkan mata ketika berciuman.” —
Apr 27, 201214 notes
“saya juga mencintai kamu.” —kutipan favorit saya
Apr 27, 201212 notes
“tersenyumlah. biarkan dia yang menangis telah menyakitimu.” —
Apr 27, 201233 notes
“kita semua pendongeng. setiap saat kita mendongeng untuk diri sendiri. saya kira itu yang membuat kita menikmati hidup.” —
Apr 27, 20125 notes
“maaf ya, kalian harus tahu, saya tidak jomblo. status hubungan saya seperti ipad. #okesip, saya tidak punya ipad.” —
Apr 27, 20122 notes
“diam dan terlalu banyak kata sama-sama bisa merusak percakapan.” —
Apr 27, 20128 notes
“saya orang kedua yang tahu saya punya pacar. kamu orang pertama. terima kasih. :*” —
Apr 27, 20121 note
bertanya

seringkali mengganti satu kata yang ada dalam sebuah pertanyaan bisa mengubah cara kita melihat sesuatu.

dulu, dalam perihal-perihal tertentu yang tidak mudah saya ubah, misalnya wajah, saya sering bertanya: kenapa saya dilahirkan dengan wajah tidak lebih cakep? 

pertanyaan itu tidak mengubah apa-apa kecuali membuat saya lebih rendah diri, tidak bersyukur, sirik, dan perasaan-perasaan buruk lainnya. :))

pada suatu sore, seorang teman saya sambil tersenyum bilang ‘sesekali dalam bertanya, ubah satu kata menggunakan antonimnya’. saat itu, saya langsung bertanya dalam hati: kenapa saya dilahirkan dengan wajah tidak lebih jelek?

saya tersenyum.

Apr 27, 201218 notes
“saya tidak ingin hidup dengan terlalu banyak rahasia. saya ingin belajar menuliskannya, menuluskannya jadi milik dunia. saya takut membayangkan kelak dimakamkan bersama semua kata-kata yang saya biarkan tidak terucap.” —
Apr 27, 201231 notes
“orang yang gampang menilai tweet orang lain nampak sebagai orang yang sulit menilai dan menahan diri sendiri.” —
Apr 27, 201210 notes
meriang

setiap malam
pintu tak kututup
jendela tak kukatup
kuundang angin yang ingin
merasuk jadi meriang di tubuhku
dan merusak suaraku.

aku jatuh cinta
pada suaraku yang berubah
keruh dan basah
sebab di situ, meski samar,
ada suaramu kudengar.

aku jatuh cinta
pada badanku yang gigil
dan keningku yang panas
sebab di situ, berulang kuingat,
rengkuhmu ketat
dan kecupmu hangat.

*

—dikutip dari buku puisi kedua saya, aku hendak pindah rumah.

Apr 27, 201210 notes
“saya tidak pernah melupakan kamu. saya cuma sibuk mengingat orang lain.” —
Apr 27, 201228 notes
“keinginan setiap diary adalah dibaca orang-orang asing. twitter dan tumblr bilang begitu.” —
Apr 27, 201232 notes
“hidup adalah sembunyi. jika kau miskin, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan papa. jika kau kaya, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan harta. jelek atau cantik, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan rupa. belajarlah seni menyembunyikan!” —paragraf pertama cerpen saya, celana dalam rahasia terbuat dari besi, di kumpulan cerpen perkara mengirim senja, (serambi, 2012)
Apr 27, 201214 notes
setengah lusin ciuman pertama

at the first kiss I felt
something melt inside me
that hurt in an exquisite way
all my longings, all my dreams and sweet anguish,
all the secrets that slept deep within me came awake,
everything was transformed and enchanted
and made sense.

~ Herman Hesse


1.

—dengan cecep

bukan. cecep bukan cowok. dia cewek. cantik. namanya memang terdengar sangat cowok. rada tomboy orangnya. dia teman satu kelas saya di tsanawiyah dulu. dia sudah punya anak. tiga. pertama melahirkan, anaknya kembar emas. dua tahun lalu, dia melahirkan anak ketiganya. cecep pacar teman saya. dulu.

saya tidak ingat betul tanggal-hari-bulannya, waktu itu kami sama datang terlambat. guru tidak memperbolehkan kami ikut belajar. sambil menunggu pelajaran berikutnya, kami nongkrong di kantin sekolah. di sebelah kiri kantin itu ada kandang kelinci. saya sering main ke situ—memberi makan kelinci-kelinci atau sekadar melihat-lihat saja.

nah, bosan menunggu jam pelajaran pertama kelar, saya iseng main ke kandang kelinci itu. cecep ikut. anak pemilik kantin juga ikut. dia digendong cecep. namanya randi. masih kecil. kira-kira 2 tahun.

jika ada yang harus disalahkan kenapa saya dan cecep tiba-tiba berciuman di dekat kandang kelinci itu, tentu saja, seekor kecoak dan randi yang akan kami tunjuk. nyaris bersamaan saya mau mencium randi, di gendongan cecep, kecoak itu tiba-tiba hinggap di jilbab cecep. aha, kebetulan yang indah! cecep takut sama kecoak. (saya punya pengalaman seru lain dengan teman perempuan berbeda karena kecoak. heran, kenapa banyak cewek takut sama kecoak!)

cecep kaget, tapi saking kagetnya dia malah tidak bisa berteriak. bibir saya jatuh menimpa pipinya, kira-kira dua jari dari bibirnya. satu detik, dua detik, tiga detik. senyap. saya geser bibir saya menyentuh bibirnya. kemudian kami tiba-tiba sok kaget dan menarik wajah masing-masing. cecep menunduk lalu masuk membawa randi ke kantin.

kejadian singkat itu terjadi saat teman-teman kelas saya sedang belajar aqidah akhlak. membekas? tentu saja. ada ciuman kedua saya dengan cecep? ada. lima hari setelah dia putus dengan pacarnya, di acara perkemahan sabtu-minggu.

2.

—dengan riana

dia adik kelas dan pacar pertama saya. di rumahnya dia tidak dipanggil dengan nama itu. teman-temanya juga tidak memanggilnya seperti itu. itu nama panggilan dari saya. riana adalah tiga suku kata terakhir dari nama depannya.

dia lahir 1 januari. ciuman pertama saya dengannya terjadi beberapa menit sebelum 31 desember 1996 berakhir, beberapa menit sebelum ulang tahunnya.

di rumahnya, dia hanya tinggal bertiga dengan kakek dan neneknya. ibu dan ayahnya tinggal di rumah lain, di kota lain. kamar riana terletak di bagian depan rumahnya. ada jendela di sisi kiri kamarnya. di situ, di jendela itu saya menciumnya. jendela itu tidak tinggi—saya bisa sekalian memeluk riana saat menciumnya.

saya mengantar kado ulang tahun untuknya malam itu. dua album berisi koleksi perangko yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun. kami berdua suka saling berkirim surat.

setelah menyodorokan hadiah itu, dia balas menyodorkan keningnya. saya meletakkan bibir saya di keningnya cukup lama. tidak puas, saya mencium pipinya. lalu bibirnya. lalu…

ciuman kedua saya dengan riana terjadi di perpustakaan sekolah. ibu penjaga perpustakaan menangkap basah. tapi, hehe, dia senyum dan geleng-geleng kepala saja.  

3.

—dengan doyok

doyok itu nama panggilan saya untuknya. bagus juga saya memanggilnya begitu, sehingga dalam tulisan ini saya tidak perlu menyebut nama aslinya. dia teman saya. iya, cowok!

suatu malam beberapa malam sebelum perpisahan sekolah, saya dan beberapa teman, termasuk doyok, ke gunung beberapa puluh kilometer dari sekolah. kami berkemah. ceritanya semacam perpisahan kecil-kecilan sebelum perpisahan besar-besaran.

dingin. tentu saja, di gunung. kami berenam tidur dalam tenda yang tidak seberapa besar. saya pikir wajar jika kami saling memeluk untuk saling menghangatkan. kemudian menjadi aneh, bagi saya, saat tiba-tiba doyok yang tidur di sebelah kanan saya, mencium bibir saya. damn! saya kaget dan mendorong badannya—dan menimpa badan teman saya di sebelahnya.

doyok malu dan meminta maaf. saya marah. belakangan, saya menganggap itu kisah lucu saja. setahun setelah kejadian itu, doyok menceritakan beberapa hal tentang kecenderungan seksualnya kepada saya.

tahun 2005, delapan tahun setelah kejadian di gunung itu, doyok meninggal karena kecelakaan.

4.

—dengan kukila

dia juga mantan pacar saya. itu bukan nama aslinya. dulu kami punya sepasang tokoh hayalan. kedua tokoh itu saling berkirim surat di sebuah buku tebal. kukila dan pilang.

jika malam ini buku itu ada di kamar saya, maka saya sebagai pilang akan mengirim surat dan menyerahkan buku itu kepadanya besok harinya. dia akan membalas surat itu sebagai kukila. begitu terus-menerus hingga buku itu penuh dengan surat antara kukila dan pilang.

menjelang kami putus, karena dia dijodohkan orang tuanya dengan lelaki lain, dia sepakat saya mengenangnya sebagai kukila, dan sebaliknya. begitu.

ciuman pertama saya dengan kukila terjadi di ruang tamu rumahnya. saya mengenang ciuman itu dalam sebuah puisi berjudul hujan rintih-rintih yang kemudian menjadi judul kumpulan puisi pertama saya. iya, waktu itu hujan. di rumahnya cuma ada saya, kakaknya, dan dia. kedua adiknya dan orang tuanya sedang di jakarta.

saya mengantarnya pulang dari kampus, seperti biasa. di perjalanan, kami basah. dia meminjamkan salah satu t-shirt miliknya dan membuat segelas teh untuk saya. kakaknya sedang menonton di ruang tengah. dia duduk di dekat saya. saya memegang tangannya, cukup lama, saling menghangatkan telapak tangan.

dia menunduk saja. saya menarik dan mengecup keningnya, setelah sebelumnya mengecup punggung tangannya. dia mendongak dan saya mengecup bibirnya. lalu,… saya tidak mau menceritakannya lebih detil lagi. hehe.

oh, iya, kukila itu berarti burung dan pilang berarti pohon. keduanya bahasa melayu klasik. kami menemukannya di kamus besar bahasa indonesia.

5.

—dengan sebut-saja-dia

saya berciuman dengan tunangan orang! begitu ekspresi kesal saya waktu itu, beberapa saat setelah dengan senang hati menciumnya. dia yang memulai. sumpah, sebelum dia mengatakannya, beberapa menit setelah berciuman, saya tidak tahu dia punya tunangan.

seminggu setelah berciuman itu, ibunya membatalkan pertunangan mereka. sebulan setelah itu, kami pacaran. saya dan dia menelpon ibunya. kami sama merasa bersalah. setahun setelah itu kami putus. sebulan setelah putus, dia menikah dengan lelaki lain. seminggu lalu dia melahirkan anak pertamanya.

ciuman itu terjadi di balkon tempat saya tinggal waktu itu. ini ciuman pertama paling ‘panas’ yang pernah saya lakukan. tapi, saya tentu saja tidak ingin menceritakan lebih detil.

lucu juga, semua mantan pacar saya sudah menikah, yang sebelum dan termasuk sebut-saja-dia ini. tiba-tiba saya berpikir sepertinya bibir saya ini cukup ampuh buat jadi pembuka jodoh orang lain—tapi tidak buat diri saya sendiri.

6.

—dengan mansyur

iya, dia laki-laki. ciuman saya dengannya terjadi saat saya masih berusia kira-kira 9 tahun. dia berkumis dan saya tidak suka dicium lelaki berkumis.

ciuman itu terjadi suatu sore di belakang bus berwarna putih. dia mencium saya setelah memberi saya selembar uang seribu rupiah. saya meronta. saya tidak suka dicium pria dewasa.

ciuman sore itu adalah satu-satunya ciumannya yang saya ingat. bagi saya, itulah ciuman pertama dan terakhirnya. ciuman itu terjadi saat dia mau berangkat dari rumah. dia tidak pernah pulang sejak saat itu.

tahun 2010 lalu saya tahu dia sudah meninggal di sana, entah di mana tepatnya, dua tahun sebelum kabar itu sampai di telinga saya.

mansyur adalah ayah saya.

Apr 27, 201211 notes
tiga surat pendek di catatan harian

― makassar, 14/01/2012

1.

saya tersenyum untuk menghangatkan airmata ketika membaca puisi yang kamu kirim hari ini. kamu memasak makanan kesukaan saya untuk sarapan dan makan siangmu. kamu membuat segelas jus tomat untuk menemanimu menjahit baju buat cucu-cucumu. kamu membaca surat saya, seolah meninabobokan rindumu yang selalu kumat. kamu menyiram bunga dan memberi makan kucing-kucingmu sambil mendoakan saya.

ibu, saya merasa sebagai orang paling beruntung di dunia ini. saya pernah mendekam di rahimmu, surga itu, lebih duabelas bulan, bukan sembilan bulan. kehidupan di luar rahim, seperti ibu tahu, tidak lebih serangkaian mimpi buruk yang indah, atau mungkin sebaliknya. sungguh, andai memungkinkan, saya ingin sekali merayakan ulang tahun di rahimmu, mata air seluruh puisi, sekali lagi.

terima kasih, doa, dan segala yang mampu saya beli tidak pernah memadai untuk semua itu, ibu. maaf.

2.

satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh…

kenapa kita harus merayakan hari ulang tahun mengikuti deret hitung? kenapa kita tidak merayakannya secara acak? hari ini, saya ingin sekali merayakan ulang tahun saya yang ketujuh, usia ketika saya masih mampu memeluk kamu dan kamu mampu mencium saya. saya berjanji, tidak akan mengulangi kesalahan saya. saya tidak akan menolak dicium seperti dulu ketika kamu hendak meninggalkan rumah—untuk terakhir kali.

saya percaya, kamu mencintai saya meskipun selama ini kamu cuma berada di surat-surat saya yang tidak pernah terkirim, surat-surat yang ingin sekali tahu alamatmu. tetapi, alangkah saya ragu apakah kamu tahu saya juga mencintai kamu.

hari ini saya ingin sekali merayakan hari ulang tahun saya yang ketujuh, usia ketika kamu masih mungkin mendengar saya mengecupkan kalimat ‘saya mencintai kamu’ sehangat mungkin.

satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh…

kenapa kita harus merayakan hari ulang tahun mengikuti deret hitung, ayah?

3.

saya mencintai kamu dan kehidupan. umur adalah sumur. semoga orang lain bisa minum, mencuci, dan mandi dari mata airmu. selama berulang tahun, diri sendiri.


Apr 27, 20120 notes
“setiap hari saya berharap bisa menulis perihal-perihal kecil untuk menyelamatkan saya dari perihnya harapan-harapan besar.” —
Apr 26, 201217 notes
“jangan biarkan bagian terdalam dirimu jatuh cinta kepada bagian terluar seseorang.” —
Apr 26, 201250 notes
Play
Apr 26, 20121 note
“kita menganggap seseorang baik setelah dia melakukan banyak kebaikan. tetapi kita menganggap orang tidak baik hanya karena dia pernah menyakiti kita satu kali. seringkali begitu cara kita menilai orang lain. jika betul begitu cara kita menilai, tidak ada lagi orang baik. kita semua pernah menyakiti orang lain.” —
Apr 25, 201256 notes
“jika mencintai adalah kelemahan dan memaafkan adalah kekuatan, maafkan saya mencintai kamu.” —
Apr 25, 201232 notes
“saya menganggap orang yang sok tahu tentang saya sedang (belajar) membohongi dirinya sendiri.” —
Apr 25, 201217 notes
“kesimpulannya: ada orang yang suka menarik kesimpulan supaya bisa segera memulai perdebatan baru.” —
Apr 25, 20122 notes
“saya mencintai kamu. jangan khawatir, saya orang yang gampang dilupakan.” —
Apr 25, 201217 notes
“panggung pertama kita hari ini barangkali cermin. selamat menonton diri sendiri.” —
Apr 25, 20125 notes
“semua orang luar biasa. atau dengan kata lain, semua orang biasa saja.” —
Apr 25, 20125 notes
“saya berterima kasih kepada keraguan. ragu adalah cara saya menentukan pilihan. ragu, bagi saya, adalah bukti kita memiliki akal.” —
Apr 25, 201221 notes
“ada dua negeri dalam diri yang penduduknya tidak pernah berhenti berperang. hati dan pikiran. anehnya, di diri saya, kamu punya kartu tanda penduduk di kedua negeri itu.” —
Apr 25, 201217 notes
“di dunia maya, status hubungan semua orang adalah in complicated long distance relationship.” —
Apr 25, 20121 note
“setiap hari saya mempelajari hal-hal baru. misalnya: cara-cara sederhana melupakan kamu. setiap hari saya juga mempelajari kembali hal-hal lama. misalnya: cara-cara sederhana mencintai kamu.
dalam hidup saya, keduanya sama-sama penting.”
—
Apr 25, 201225 notes
“ada saat ketika kamu harus berterima kasih karena seseorang menghindari kamu, menghindarkan dirimu dari menyakitinya.” —
Apr 25, 201214 notes
Next page →
2012
  • January
  • February
  • March
  • April 292
  • May 47
  • June 18
  • July 7
  • August 2
  • September 2
  • October
  • November
  • December